Tentang Chickin
Cerita Chickin
Chickin adalah perusahaan agritech yang memodernisasi industri ayam broiler di Indonesia. Berdiri sejak 2020 di Klaten, Jawa Tengah, Chickin membangun rantai bisnis unggas terintegrasi dari hulu ke hilir: pemberdayaan peternak rakyat, teknologi kandang pintar berbasis IoT (Chickin Smartfarm), manajemen budidaya, pengolahan pasca-panen, hingga distribusi daging ayam segar ke pasar modern dan industri kuliner.
Kami lahir dari keprihatinan sederhana: peternak ayam tradisional menanggung risiko paling besar dalam rantai pasok, namun menerima porsi nilai paling kecil. Suhu kandang yang tidak stabil, tingkat kematian tinggi, harga sapronak yang fluktuatif, dan akses pasar yang terbatas membuat usaha budidaya sulit berkembang. Teknologi, menurut kami, adalah jawabannya.
Apa yang Kami Lakukan
Melalui Chickin Smartfarm, kontroler iklim mikro berbasis IoT mengatur suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara kandang closed house secara otomatis 24 jam. Data budidaya terekam real-time di dashboard, sehingga peternak dan tim lapangan kami dapat mengambil keputusan berbasis data — bukan perkiraan. Hasilnya: tingkat kematian turun, FCR membaik, dan panen lebih terprediksi.
Di sisi hilir, Chickin Fresh menyalurkan karkas dan produk olahan ayam ke lebih dari 1.000 pelanggan B2B — restoran, katering, hotel, dan industri pengolahan makanan — dengan standar rantai dingin yang terjaga dari RPA hingga titik antar.
Dampak Kami
- Ribuan kandang closed house terhubung sistem Smartfarm di Jawa dan Sumatera
- Ratusan peternak mitra dengan pendapatan yang lebih stabil dan transparan
- Pasokan protein hewani yang lebih terjangkau bagi konsumen Indonesia
Kami percaya masa depan pangan Indonesia dibangun dari kandang-kandang kecil yang dikelola secara modern. Chickin hadir untuk memastikan setiap peternak punya akses ke teknologi, pendanaan, dan pasar yang selama ini hanya dimiliki integrator besar.